Fuyuzakura Gakuen, SMA berasrama yang baru diresmikan
tahun lalu di kota Tokyo. Tahun ajaran pertama telah usai bersama upacara
penutupan yang dilangsungkan tadi siang.
Udara masih terasa dingin, Ran Haruno peraih peringkat 2
di sekolah sedang menikmati coklat panas di suatu Cafe bersama pacarnya,
Ryuusei Kuroba yang sangat terkenal dan digemari banyak siswi sebagai Charming Prince.
“Aku
rasa...” gumam Ran.
“Apa?
Angel ku kenapa? Masih mengenai telpon tadi kah?” Ryuu bertanya sambil menebar
senyum hangatnya pada Ran.
Ran membuang muka, ia memandang ke luar jendela yang ada
di samping meja mereka.
“Ran??
Kamu cembu..”
“Tidak!!”
Muka masam Ran terlihat jelas oleh Ryuu. Ran sampai
bereaksi seperti ini karena telepon dari seorang gadis yang masuk ke handphone milik Ryuu.
“Ran, aku
dan dia...”
“Ryuu..
aku tidak ingin mendengar apapun mengenai telpon itu.”
Lagi-lagi Ran memotong kalimat yang ingin Ryuu ucapkan.
Ran menatap ke dalam mata Ryuu, lalu mengalihkan pandangannya lagi.
“Aku rasa
mungkin sebaiknya kita tidak usah menjalin hubungan seperti ini..”
Ryuu terkejut mendengar kalimat yang baru saja
dilontarkan oleh gadis yang sangat ia cintai itu.
“A.. Aku
rasa... sebaiknya kau tidak usah memaksakan dirimu, Ryuu. Sebaiknya kau
menikmati masa mudamu bukan terikat denganku seperti ini.”
“Apa yang
kau katakan, Ran? Aku selalu ingin dekat denganmu karena aku sangat..”
“Mencintaiku?”
Ran yang duduk berhadapan dengan Ryuu itu tersenyum
hampa. Kening Ryuu berkerut melihat itu.
“Aku tidak
tahan lagi.. kau selalu saja memberi perlakuan manis terhadap para penggemarmu.
Aku tau.. aku tau kau sangat menghargai mereka. Ini bahkan bukan hal asing
bagimu. Kau memang sudah seperti itu sejak kecil.. disukai banyak orang. Aku
tau itu... tapi apa ini...”
Ran menundukkan kepalanya, ia masih tersenyum.. menutupi
raut wajahnya yang sedih.
”Meskipun
para penggemarmu menerimaku sebagai pacarmu, bagaimana dengan cewek yang tadi
telponnya ku angkat? Dia tidak akan berhenti mengejarmu.. bahkan dia lebih dulu
menyukaimu dibanding aku. Tidakkah dia lebih pantas?”
“Apa
cuma segitu perasaanmu padaku?” tanya Ryuu.
“Aku
membencimu, Ryuu.. Aku benci dengAN SEMUA KELAKUANMU!!”
Ran bangkit dari kursinya, mengambil tas dan pergi
meninggalkan Ryuu di Cafe itu. Ryuu tak menghentikannya, tetap duduk manis
sambil tersenyum pada pengunjung Cafe yang melirik karena kegaduhan yang Ran
timbulkan.
Ryuu masih duduk di sana setelah beberapa menit
ditinggalkan Ran. Ia tidak mengharapkan Ran kembali, ia hanya ingin tenang
sejenak. Saat ia memandang ke luar jendela, ia melihat sekumpulan siswi yang
memakai seragam yang sama dengannya, seragam Fuyuzakura Gakuen. Ia pun
menyandang tasnya dan pergi keluar untuk menyapa mereka.
“Ah,
Kuroba-kun!” salah seorang siswi menyapa Ryuu duluan.
“Hai,
kalian mau kemana?” tanya Ryuu dengan senyumannya.
“Kami mau
ke Game Center dekat sini. Kuroba-kun besok sudah mau pulang ke kampung halaman
kan? Bagaimana kalo ikut main dengan kami hari ini??” seorang siswi lagi
mengajak Ryuu penuh semangat.
“Hmm..
boleh juga. Aku akan menemani kalian, Cute
Ladies~.”
“Asiiiik~”
Mereka mulai berjalan menuju Game Center.
“Ne,
Kuroba-kun.. kau habis dari mana sendirian? Tadi setelah upacara aku melihatmu
pergi berdua dengan pacarmu. Mana dia?”
“Ah iya,
tadi kami pergi ke Cafe, Ran sudah pulang duluan.” Jawab Ryuu.
“Hee?
Kenapa begitu? Apa dia baik-baik saja?”
“Tenang
saja, Ran tidak apa-apa kok..” Ryuu menjawab dengan senyumannya lagi.